Menu Close

Fakta, Vagina Berbeda dari Bagian Vulva

Fakta, Vagina Berbeda dari Bagian Vulva

Vulva merupakan bagian dari anatomi organ genital wanita bagian luar. Salah satu kekeliruan yang terjadi adalah menyamakan vulva dengan vagina. Perlu diketahui bahwa miss V berbeda dari bagian vulva. Vulva sendiri mencakup semua bagian genital wanita eksternal, yaitu mons pubis, labia mayora, labia minora, lubang vagina, uretra, dan klitoris.

Ada beberapa fakta mengenai bagian vulva yang perlu diketahui oleh wanita.

Vulva merupakan bagian eksternal organ perempuan

Seperti yang dikatakan sebelumnya, vulva mencakup semua bagian genital wanita eksternal. Sementara vagina adalah bagian saluran internal reproduksi wanita. Saluran atau tabung otot ini menghubungkan serviks. Pada dasarnya, apa pun yang berada di luar tubuh tetapi di dalam lipatan mayora.

Vulva memiliki berbagai bentuk, ukuran, dan warna

Setiap perempuan memiliki bentuk, ukuran, dan warna yang berbeda di bagian vulva. Sehingga, tidak ada ukuran standar atau bentuk serta warna ideal untuk vulva. Tetapi, untuk bagian dasar vulva, yaitu labia dan klitoris semua sama.

Dua sisi vulva bahkan bisa berbeda di setiap orang. Salah satu dapat lebih besar atau lebih kecil dari yang lain. Warnanya pun juga dapat berbeda, bisa lebih terang atau lebih gelap dari yang lain.

Vulva berubah setelah melahirkan

Hormon kehamilan dapat mengubah ukuran dan bentuk vulva. Bagian labia pun bisa menjadi gelap dan bengkak. Persalinan pervaginam juga meregangkan labia minora, lipatan dalam yang lebih kecil yang terletak di dalam labia mayora.

Kondisi vulva bisa menunjukkan kesehatan

Tidak ada salahnya untuk terus peka terhadap kondisi bagian vulva. Adanya benjolan, gumpalan, dan luka pada vulva harus diperhatikan terus. Infeksi menular seksual seperti herpes genital dan human papillomavirus (HPV) dapat menyebabkan luka pada jaringan vulva.

Gejala kanker vulva pun dapat mengubah warna dan bentuk vulva. Meskipun ini salah satu jenis kanker yang langka, namun memperhatikan benjolan, gatal, dan perubahan pada kulit vulva sangat penting untuk mengetahui gejala kanker pada vulva. Dan, jika melihat adalahnya pertumbuhan, perubahan, dan luka di bagian vulva, konsultasikan pada dokter.

Mencukur rambut kemaluan

Mencukur rambut di sekitar kemaluan dapat menyebabkan gatal dan rambut akan kembali tumbuh dengan tekstur seperti berduri. Tidak jarang, mencukur juga menyebabkan luka bakar, luka, dan kadang infeksi. Jika Anda sering mengalami folikel rambut, lebih baik mempertimbangkan metode lain untuk menghilangkan rambut di sekitar mons pubis.

Krim penghilang rambut dapat bekerja dengan baik untuk menghilangkan rambut pubis di sekitar vulva jika digunakan dengan benar. Sementara waxing juga dapat menjadi pilihan yang tepat untuk mencegah rambut bertekstur dan infeksi dari mencukur. Meski menyakitkan, waxing dapat menghilangkan rambut dari akarnya sehingga tidak perlu mencukur secara berulang.

Tidak dianjurkan mengubah bentuk vulva

Meski jarang dibicarakan, tetapi banyak wanita yang ingin memperbaiki tampilan vulva melalui prosedur operasi plastik. Namun, hal ini sangat tidak dianjurkan oleh dokter manapun. Prosedur vaginoplasty atau operasi lainnya yang dilakukan untuk mengubah tampilan vagina maupun labia dapat menyebabkan komplikasi.

Pembedahan sebaiknya dilakukan untuk mengoreksi masalah medis, seperti cacat bawaan, infeksi, atau penyakit serta kondisi tertentu yang mengharuskan operasi atas saran dokter. Selain fakta-fakta di atas, sangat penting bagi perempuan untuk menjaga kesehatan organ ini caranya membersihkannya dengan benar. Vulva merupakan organ penting untuk sistem reproduksi maupun fungsi seksual wanita. Kesehatannya pun perlu dijaga dengan baik dan benar sehingga tidak menimbulkan masalah penyakit yang serius. Konsultasikan pada dokter bila terjadi perubahan di bagian vulva yang membuat Anda resah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *